Kamis, 19 Juli 2012

Kebiasaan Merokok 6 Pemimpin Dunia yang Tak Patut Ditiru Rakyatnya

0 komentar
Kebiasaan merokok bisa ditemukan di semua kalangan, bahkan tidak sedikit tokoh dunia yang juga pernah merokok. Meski banyak yang bisa diteladani dari para tokoh tersebut, namun ketergantungannya pada rokok tentu tidak harus ditiru oleh rakyatnya.

Tokoh-tokoh pemimpin dunia yang pernah punya kebiasaan merokok antara lain sebagai berikut, seperti dirangkum dari BBC, ABC Gallery, Huffingtonpost dan Telegraph, Kamis (31/5/2012).

1. Barack Obama (Amerika Serikat)
Dalam suatu kesempatan, Presiden Amerika Serikat Barrack Obama pernah mengakui punya kebiasaan merokok bahkan pernah sampai 7-8 batang/hari. Namun kebiasaannya ini sempat disorot tajam ketika ia mencalonkan diri jadi presiden. Belakangan ia berusaha berhenti dan di awal tahun 2012 dinyatakan sudah bersih dari rokok.


2. Soekarno (Presiden Indonesia)
Dalam berbagai kegiatan diplomasi dengan para pemimpin dunia, Soekarno sering terlihat berbincang sambil menikmati cerutu. Ia adalah seorang perokok dan saat ini, negara yang pernah dipimpinnya itu menjadi salah satu surga bagi perokok dengan tingkat kematian akibat rokok lebih dari 400 ribu kasus/tahun.
                                     (Barack Obama)                                         (Soekarno)
 3. Kim Jong-il (Korea Utara)
Mantan penguasa Korea Utara, Kim Jong-il meninggal tahun 2011 pada usia 69 tahun karena komplikasi stroke, diabetes dan sakit jantung. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai perokok berat dan sempat mencoba berhenti pada tahun 2007.
                                                                        (Kim Jong-il)

 4. Joseph Stalin (Uni Sovyet)
Tokoh dunia yang juga dikenal sebagai perokok berat adalah Joseph Stalin yang memimpin Uni Sovyet hingga tahun 1953. Pada tahun tersebut ia meninggal karena sakit jantung, walaupun pada tahun 1952 sudah sempat berhenti merokok.
                                                                     (Joseph Stalin)

5. Fidel Castro (Kuba)
Hingga saat ini, Kuba terkenal sebagai salah satu penghasil cerutu terbaik di dunia. Namun salah seorang pemimpinnya, Fidel Castro yang juga dikenal sebagai penggemar cerutu terpaksa harus menghentikan kebiasaan merokoknya tahun 1985 karena alasan kesehatan.
                                                                        (Fidel Castro)

6. Mao Zedong (China)
Di masa lalu, China dipimpin oleh seorang perokok berat, Mao Zedong. Kini China memiliki jumlah perokok yang cukup besar, mencapai 25 persen dari jumlah penduduknya. Angka kematian akibat penyakit yang berhubungan dengan rokok di negara ini mencapai 1 juta kasus/tahun.
newer post

Berhentilah Merokok dengan Buah-buahan dan Sayuran

0 komentar
Banyak cara dilakukan orang untuk berhenti merokok. Kini ada satu lagi metode yang direkomendasikan para ahli yaitu makan buah-buahan dan sayuran. Menurut penelitian University at Buffalo, makan lebih banyak buah dan sayuran dapat membantu Anda berhenti merokok dan tetap bebas tembakau lebih lama.

Perokok yang mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran selama 14 bulan memiliki kecenderungan tiga kali lebih besar untuk menjauhi sumber nikotinnya minimal selama 30 hari daripada orang-orang yang tidak makan selama itu.

Partisipan di kelompok pertama juga merokok lebih sedikit dalam sehari dan bisa menunggu lebih lama untuk bisa menghisap rokok pertamanya hari itu, padahal keduanya merupakan tanda-tanda bahwa partisipan berusaha untuk menolak kebiasaan itu.

"Kecanduan rokok dan makanan berkaitan erat dan saling membingungkan satu sama lain," ungkap ketua tim peneliti Jeffrey Haibach, MPH, seorang asisten peneliti dan mahasiswa pascasarjana di University at Buffalo. "Dengan makan makanan yang mengandung serat tinggi maka Anda akan merasa lebih kenyang sehingga bisa menghindari keinginan untuk merokok atau nyemil."

Lagipula, buah-buahan dan sayuran membuat rasa rokok menjadi lebih buruk, tandas Joseph McClernon, Ph.D., direktur Tobacco Neuroscience Research Lab di Duke University. Selain buah-buahan dan sayuran, Anda juga bisa memanfaatkan alternatif bahan makanan lain untuk membantu Anda berhenti merokok seperti dikutip dari menshealth, Kamis (21/6/2012) berikut ini.

1. Susu
Susu membuat rokok terasa aneh. Peneliti dari Duke University menemukan bahwa perokok cenderung tidak ingin merokok setelah minum susu atau ada aroma dan rasa susu di dalam mulutnya. Anda pun bisa menambahkan susu lebih banyak pada pola makan Anda karena ini adalah sumber protein.

2. Permen
Sejak licorice juga digunakan sebagai penyedap rasa dalam sebatang rokok, mencicipi permen dapat memuaskan hasrat seorang perokok. Tetapi manfaatnya tidak berhenti sampai disitu saja karena licorice juga dapat membantu Anda mengatasi stres.

Para peneliti menyatakan bahwa permen bisa menjaga kelenjar adrenalin Anda yang biasanya mengalami kerusakan paling parah akibat stres.
newer post

Menghindari Kesalahan Saat Diet

0 komentar
Banyak orang keliru menjalankan program penurunan berat badan alias diet. Target berat badan yang diinginkan bisa gagal total jika keliru menerapkan diet. Karena itu hindari 5 kesalahan dalam berdiet.

Seperti dikutip dari Weightloss.about.com, Kamis (1/7/2010) ada beberapa masukan yang bisa dilakukan untuk menghindari kesalahan dalam diet, yaitu:

1. Kesalahan: Kalori bisa menaikkan berat badan
Masyarakat berpikir kalori yang tinggi bisa menambah berat badan, sehingga mengurangi asupan kalori secara berlebihan.

Nah, salah satu cara menghindari kesalahan ini adalah mengurangi konsumsi kalori cair seperti minuman bersoda, minuman manis. Kalori cair ini bisa mengandung kalori yang lebih besar daripada sepiring penuh makanan.

Kalori cair tidak akan membuat seseorang merasa kenyang seperti makanan, sehingga orang akan tetap merasa lapar dan membuatnya makan lebih banyak.

2. Kesalahan: Menyiksa diri sendiri
Beberapa orang berusaha menyingkirkan semua makanan favoritnya dan hanya mengonsumsi makanan tertentu. Kondisi ini mungkin bisa bertahan selama beberapa hari, tapi suatu saat orang bisa saja mengonsumsi makanan tersebut secara berlebihan dan tak peduli dengan pantangan yang sudah dilakukan sebelumnya.

Solusinya adalah boleh mengonsumsi makanan favorit sesekali dengan porsi yang lebih kecil, sehingga tidak terlalu menyiksa diri.

3. Kesalahan: Terlalu menyalahkan gen yang dimiliki
Seseorang terkadang terlalu menyalahkan apa yang sudah dimilikinya, terutama gen turunannya. Solusinya adalah cobalah untuk menjadi realistis, gen mungkin memainkan peran dalam hal berat badan. Tapi hal yang penting adalah bagaimana mengatur keseimbangan antara kalori yang masuk dan juga keluar untuk menjaga berat badan.

4. Kesalahan: Melewatkan waktu makan
Melewatkan waktu makan saat mencoba menurunkan berat badan akan memberikan bahaya yang lebih besar daripada manfaatnya. Karena bisa mengganggu proses metabolisme dan proses pembakaran kalorinya akan lebih lambat.

Cobalah untuk tidak melewatkan waktu makan terutama saat sarapan. Hal yang harus dilakukan adalah bukan melewatkan waktu makan, melainkan porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi.

5. Kesalahan: Menyerah menurunkan berat badan
Terkadang beberapa hal atau masukan dari luar bisa menjadi bumerang untuk diri sendiri, dan hal ini akan membuat seseorang sampai pada titik ingin menyerah.

Berat badan adalah salah satu masalah pribadi, sehingga tak ada salahnya untuk merahasiakannya. Karena diet yang menjadi bumerang bisa membuat seseorang mengonsumsi sesuatu secara berlebihan.
newer post

Fakta-fakta yang Dialami si Perokok Pasif

0 komentar
Menjadi perokok pasif memiliki risiko kesehatan yang hampir sama bahanya dengan perokok aktif. Menurut WHO, kematian yang menimpa perokok pasif di dunia mencapai 600.000 jiwa setiap tahunnya.

Berikut adalah 9 fakta yang harus Anda ketahui tentang perokok pasif, seperti dilansir health.india, Kamis (19/7/2012) yaitu:

1. Anda dapat menjadi perokok pasif ketika Anda menghirup udara yang telah tercemar oleh asap produk tembakau dimanapun Anda berada.

2. Pada orang dewasa, perokok pasif dapat menyebabkan penyakit jantung dan pernapasan yang serius, termasuk penyakit jantung koroner dan kanker paru-paru. Bayi yang menjadi porokok pasif dapat menyebabkan kematian mendadak dan pada wanita hamil akan menyebabkan berat lahir bayi yang rendah.

3. Sekitar 40 persen dari anak-anak yang menjadi perokok pasif, umumnya terpapar asap rokok di lingkungan rumah. Sebanyak 31 persen kematian yang diakibatkan oleh perokok pasif terjadi pada anak-anak.

4. Remaja yang menjadi perokok pasif di lingkungan rumahnya, meningkatkan keinginan untuk mulai merokok sampai dua kali lipat lebih besar dibanding remaja lain yang tidak menjadi perokok pasif.

5. Para perokok pasif memiliki beban ekonomi hingga 10 persen untuk keperluan biaya kesehatan terkait paparan asap rokok.

6. Area merokok yang terpisah atau ventilasi tidak melindungi orang yang non perokok dari asap rokok. Asap rokok tetap dapat menyebar dari area merokok menuju area bebas rokok, bahkan jika pintu antara dua daerah tersebut tertutup.

7. Tidak ada tingkatan aman terhadap paparan asap rokok. Satu-satunya cara melindungi diri dari efek berbahaya menjadi perokok pasif adalah dengan menciptakan lingkungan yang 100 persen bebas asap rokok. Hal ini diatur dalam pasal 8 Framework Convention on Tobacco Control yang dinyatakan oleh WHO.

8. Ada lebih dari 4000 bahan kimia dalam asap tembakau. Sekitar 250 bahan kimia telah diketahui berbahaya bagi kesehatan dan lebih dari 50 bahan kimia berpotensi menyebabkan kanker. Laporan menunjukkan bahwa ada sekitar 600.000 kematian yang dialami oleh perokok pasif per tahunnya.

9. WHO kini mulai mencanangkan ketentuan untuk mengendalikan penggunaan tembakau di dunia. Hal ini berguna melindungi orang yang bukan perokok menjadi perokok pasif oleh ulah para perokok yang tidak bertanggung jawab.
newer post

Rabu, 18 Juli 2012

Jangan Larang Anak Jika Ingin Menggunakan Tangan Kiri

0 komentar
Kebanyakan orangtua di Indonesia akan melarang anaknya ketika ia melakukan sesuatu (seperti ketika makan atau menulis) dengan tangan kiri karena dianggap tidak sopan. Padahal pelarangan tersebut justru bisa mematikan kreatifitas anak.

"Orang Indonesia sering melarang anaknya bila menggunakan tangan kiri dan pasti langsung mengatakan 'ayo mana tangan manisnya (tangan kanan)'. Karena sering dilarang-larang akibatnya anak menjadi tidak kreatif," ujar Dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi, konsultan tumbuh kembang-pediatri sosial, dalam acara Konferensi Pres Bonakid dari Wyeth untuk Anak Aktif Indonesia di The Only One, fX Plaza, Jakarta, Kamis (12/7/2012).

Menurut Dr. Soedjatmiko, ketika orangtua menghalangi anak menggunakan tangan kiri maka perkembangan otaknya akan terganggu. Otak kanan dan kiri harus digunakan secara seimbang, sehingga kecerdasan otak kanan dan kiri sama berkembangnya.

Otak kiri dicirikan dengan karakteristik yang berhubungan dengan kemampuan analisis, logis, urutan, objektif dan rasional. Dengan karakterisitik ini, orang yang dominan menggunakan otak kiri (dominan pada tangan kanan) cenderung memiliki pendekatan rasional terhadap kehidupan.

Artinya, orang yang dominan menggunakan tangan kanan lebih tertarik dengan angka, kata-kata atau simbol. Dengan cara berpikirnya yang logis dan rasional, individu dengan dominansi otak kiri cenderung melakukan kemampuan analisa dengan baik. Misalnya dalam bidang teknik atau akutansi.

Sebaliknya, karakteristik yang terkait dengan otak kanan adalah intuitif, acak, subjektif, holistik (secara menyeluruh) dan sintesis. Dengan karakteristik ini, orang yang dominan dengan otak kanan (dominan kidal atau tangan kiri) cenderung lebih kreatif ketimbang orang yang dominan otak kiri.

Individu dengan dominansi otak kanan juga cenderung lebih kreatif dan intuitif, baik di bidang seni yang kreatif, maupun di bidang-bidang lainnya. Individu tersebut memiliki waktu yang tepat untuk memprioritaskan hal-hal yang sulit, karena sebagian besar keputusan yang dibuat pada saat terakhir.

"Oleh karena itu, biasakan anak untuk bisa menggunakan tangan kanan dan tangan kiri secara seimbang sehingga kecerdasan otak kanan dan kirinya pun sama berkembangnya. Jangan halang-halangi anak ketika ingin melakukan sesuatu, karena itu justru bisa mematikan kreatifitasnya. Selama tidak membahayakan dirinya atau adiknya misalnya, maka biarkan saja agar otaknya berkembang," tutup Dr. Soedjatmiko.
newer post
newer post older post Home