Jumat, 20 Juli 2012

Ini 6 Fakta Ilmiah Keajaiban Ibadah Puasa

0 komentar
Inilah fakta-fakta ilmiah yang tersebar dalam berbagai buku dan penelitian medis yang menegaskan manfaat dan keuntungan Ibadah puasa:'

1. Ibadah puasa adalah sarana pencegahan dari sejumlah penyakit dan gangguan kesehatan yang timbul akibat kebiasaan makan berlebihan dan berkesinambungan sepanjang tahun tanpa pernah berhenti.

2. Ibadah puasa merupakan sarana terapis untuk beberapa penyakit ganas dan kronis.

3. Ibadah puasa mampu membangkitkan kinerja seluruh proses vital yang berlangsung di dalam tubuh, meningkatkan performanya. Puasa pun meremajakan komponen-komponen sel dasar dan energi yang tersimpan di dalamnya sehingga lebih kuat dan lebih mampu menghadapi hal-hal yang berat atau keadaan damrat di saat tubuh mengalami pasokan makanan yang sedikit atau tidak mendapatkan pasokan selama sekali dalam jangka waktu tertentu.

4. Ibadah puasa menjadi pengontrol dan penekan gejolak sek- sual yang membara, terutama di kalangan ramaja dan anak muda.

5. Ibadah puasa tidak memberatkan atau menyulitkan tubuh. Gejala memberatkan yang dirasakan secara ilusif (termasuk lapar) sebenarnya hanyalah karena menyalahi kebiasaan dan jam makan.

6. Ibadah puasa merangkum dua proses anabolisme dan kata­olisme sekaligus dalam satu waktu, sehingga ia bisa memenuhi pasokan glukosa sebagai satu-satunya bahan bakar untuk sel otak dan sebagai bahan bakar utama seluruh jaringan lainnnya.

Sekarang ini, hakikat puasa semakin terkuak sebagai sebuah mukjizat ilmiah dan kebutuhan humanis. Fakta kebe­naran ini akan terus tersingkap lebih banyak lagi seiring de­ngan peningkatan pengetahuan manusia mengenai hukum- hukum penciptaan.

Sumber : Terapi Puasa, Oleh Dr. Abdul Jawwad Ash-Shawi
newer post

Keajaiban Puasa dan Rahasia Makanan

0 komentar
Dikisahkan, seorang tabib diutus oleh Raja Mesir, Muqauqis, kepada Rasulullah SAW sebagai bentuk solidaritas sosial untuk mengobati penduduk Madinah secara cuma-cuma.
Namun ternyata tak ada seorang pasien pun datang berobat padanya setelah sang tabib bermukim beberapa lama di Madinah.

Setelah melakukan peninjauan terhadap penduduk kota, ia tak menemukan seorang penduduk pun memiliki keluhan kesehatan. Akhirnya, sang tabib memutuskan untuk meninggalkan Madinah karena merasa tak ada yang perlu ia obati di sana.

Ketika berpamitan kepada Rasulullah SAW, ia mengutarakan kekagumannya pada pola hidup kaum Muslimin, sambil berkata, “Tuan, izinkan kami mengetahui rahasia apakah yang menyebabkan tak seorang pun mengeluh sakit di sini?”

Rasulullah menjawab, "Kami kaum yang tidak makan hingga kami merasa lapar, dan ketika makan kami tidak (makan sampai) kenyang." (HR. Abu Dawud)

Kesehatan berkaitan erat dengan pola makan. Melalui hadis di atas, kita diajarkan untuk tidak berlebihan memasukkan makanan ke dalam sistem cernanya. Terlebih, Alquran memerintahkan hal yang sama, "Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. al-A’raf: 31)

Sebuah hadis hasan dari Miqdam bin Ma’dikariba menegaskan hal itu. Ia berkata, “Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah baginya memakan beberapa suap untuk sekadar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga). Jika tidak bisa demikian, maka hendaklah ia menjadikan sepertiga lambungnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara” (HR. At-Tirmidzi)

Tidak seorang pun ahli medis baik muslim maupun non muslim meragukan manfaat puasa bagi kesehatan manusia.
Dalam buku berjudul Pemeliharaan Kesehatan dalam Islam karya Mahmud Ahmad Najib (Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Ain-Syams Mesir) ditegaskan, puasa sangat berguna bagi kesehatan.
Di antara manfaat tersebut, puasa memperkecil sirkulasi darah sebagai perimbangan untuk mencegah keluarnya keringat dan uap melalui pori-pori kulit serta saluran kencing tanpa perlu menggantinya.
Menurut buku tersebut, curah jantung yang mendistribusikan darah ke seluruh pembuluh darah akan membuat sirkulasi darah menurun. Dan itu memberi kesempatan otot jantung masa istirahat setelah bekerja keras satu tahun lamanya. Puasa memberi kesempatan pada jantung untuk memperbaiki vitalitas dan kekuatan selnya.

Selain itu, masih menurut buku tersebut, puasa memberi kesempatan kepada alat-alat pencernaan untuk beristirahat karena ketika seseorang berpuasa, lambung dan ususnya beristirahat selama beberapa jam dari kegiatannya. Proses penyerapan makanan juga berhenti sehingga asam amoniak, glukosa, dan garam tidak masuk ke usus. Sehingga, sel-sel usus tidak mampu menghasilkan komposisi glikogen, protein, dan kolesterol.

Seorang ahli dari Amerika, Allan Cott, M.D., telah menghimpun hasil pengamatan dan penelitian para ilmuwan berbagai negara dalam buku Why Fast, yang membeberkan sejumlah hikmah puasa. Antara lain memunculkan perasaan lebih baik secara fisik dan mental, membersihkan tubuh, menurunkan tekanan darah dan kadar lemak, menjadikan badan sehat dengan sendirinya, menumbuhkan kemampuan mengendalikan diri sendiri, dan memperlambat proses penuaan.

Lebih jauh, dunia ilmiah telah membuktikan bahwa proses detoksifikasi saat puasa, seperti dipaparkan praktisi dan pengkaji kedokteran Nabi, dr. Mohammad Ali Toha Assegaf (2009), dalam 365 Tips Sehat ala Rasulullah. Ia menuliskan, pada kotoran (feces) dan air seni orang yang berpuasa ditemukan racun organophosphat. Bahan racun tersebut disimpan dalam sel-sel adipose (lemak) dalam tubuh yang mengalami pembongkaran dengan cepat saat seseorang berpuasa.


Source: republika.co.id
newer post

Kamis, 19 Juli 2012

Poligami Memperpanjang Umur Pria 12 Persen

0 komentar
Ekspansi klub poligami asal Malaysia di Bandung cukup menghebohkan. Sebuah studi terkini di Inggris mengatakan bahwa poligami bisa memperpanjang umur hingga 12 persen. Tapi studi lain menyebutkan bahwa istri yang dipoligami cenderung lebih stres.

Setelah melakukan analisis terhadap praktek poligami di hampir 140 negara, Virpi Lummaa, seorang ekolog dari University of Sheffield, Inggris menyebutkan bahwa pria yang melakukan poligami cenderung lebih panjang umur hingga 12 persen daripada pria yang monogami.

Tidak hanya pria, wanita yang dipoligami pun ternyata lebih panjang umur. Sebuah fenomena yang disebut para peneliti sebagai efek nenek bisa menjelaskan mengapa wanita yang dipoligami punya umur lebih panjang, terutama setelah melewati masa menopause.

Lumma mengatakan bahwa setiap 10 menit seorang wanita berhasil melewati masa menopause, kebahagiaanya akan bertambah 2 kali lipat. Peneliti mengatakan bahwa banyaknya cucu dan perhatian dari anak-anaknya membuat ia lebih bahagia dan ingin hidup lebih lama.

Sementara itu, pria yang mmelakukan poligami disebut peneliti masih memiliki alat reproduksi yang bagus hingga umur 60, 70, bahkan 80 tahun. "Hal itulah yang yang kemungkinan memperpanjang hidupnya," ujar Lumma seperti dikutip dari Redorbit, Selasa (20/10/2009).

Lumma dan timnya membandingkan negara-negara yang melakukan praktik poligami dengan negara yang monogami, dan hasilnya ternyata mereka yang melakukan praktik poligami memang lebih sehat dan memiliki nutrisi yang lebih baik ketimbang mereka yang monogami.

Peneliti mengatakan bahwa rahasia dari manfaat poligami berasal dari istri. Suami yang memiliki istri banyak, yang bisa mengurus dirinya dengan baik sudah tentu akan memiliki kesehatan yang lebih baik. Mereka juga akan lebih bahagia karena memiliki banyak anak dan kehidupan seksnya terpenuhi terus.

"Kebutuhan seks yang terpenuhi membuat kesuburan tetap bertahan meski sudah memasuki usia abu-abu. Dan kesuburan seseorang sangat berpengaruh terhadap fungsi hormon yang mengatur metabolisme tubuh. Semakin baik kesuburannya, semakin baik pula kinerja hormon dan itu membuat seseorang tetap sehat," jelas Lumma.

Manfaat poligami lainnya yang disebut peneliti yakni adanya dorongan dan motivasi untuk terus menghidupi dan memberi nafkah untuk anak dan istrinya. Menurut antropolog Chris Wilson dari Cornell University in Ithaca, New York, hipotesis tersebut sangat masuk akal.

Bagi pria, poligami memang akan membawa manfaat yang baik untuk kesehatan, namun bagi wanita sepertinya tidak. Meskipun beberapa studi menyebutkan bahwa poligami membawa efek baik untuk sang istri, tapi lebih banyak studi yang menunjukkan bahwa istri yang dipoligami cenderung lebih stres.

Profesor Martha Bailey dan Bita Amani dari Queen's University menyebutkan bahwa istri dan anak akan menjadi korban dalam rumah tangga kerika seorang suami memilih untuk melakukan poligami.

"Mereka lebih banyak mengalami depresi dan stres karena perasaan cemburu. Mereka juga cenderung menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga," ujar Bailey. Sementara suami yang melakukan poligami mendapat pemenuhan seks yang baik, istri yang dipoligami justru menderita karena harus menghadapi kenyataan suaminya berbagi seks dengan wanita lain dan kemungkinan penyakit menular seksual.

Ketika seorang wanita depresi, pola pengasuhan anaknya pun menjadi kacau. Dan itu akan memberi dampak negatif bagi anak. Anak juga berisiko mengalami trauma dan dikucilkan oleh teman-temannya. Perilaku mereka pun menurut peneliti lebih sulit terkontrol karena peran ayah menjadi berkurang.

Namun yang paling penting dalam poligami adalah perhatian suami terhadap semua istri dan anak-anaknya. "Suami yang melakukan poligami akan lebih panjang umur hanya jika ia bisa memperhatikan dan memperlakukan semua istri dan anak-anaknya dengan adil," ujar Wilson.
newer post

Bagian-bagian Tubuh yang Diuntungkan Saat Main Sepakbola

0 komentar
Sepakbola adalah olahraga yang paling banyak penggemar. Saat berlari-lari dan menendang-nendang bola, ada bagian-bagian tubuh yang sangat diuntungkan dari aktivitas ini. Apa saja?

Sepakbola tidak hanya menawarkan sesuatu yang menarik, efisien dan menyenangkan, tapi memberikan manfaat lain karena melibatkan gerakan percepatan, melompat, berputar, berbalik dan menendang.

Studi menunjukkan melakukan olahraga sepakbola selama 2-3 jam dalam seminggu bisa memberikan peningkatan yang signifikan dalam hal kesehatan, kekuatan, kebugaran dan daya tahan tubuh.

Berikut ini beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dari olahraga sepakbola, seperti dikutip dari Lifemojo, Kamis (14/7/2011) yaitu:

1. Menguatkan otot
Sepakbola sangat bagus untuk kekuatan otot secara keseluruhan karena permainannya secara konstan melibatkan gerakan otot untuk jangka waktu yang lama, seperti mengejar lawan, menendang atau melompat.

2. Kesehatan kardiovaskular
Olahraga ini melibatkan perubahan secara konstan dalam hal berjalan dan berlari yang membantu jantung bekerja lebih efisien. Selain itu juga menurunkan tekanan darah dan meningkatkan penyerapan oksigen maksimal (VO2max). Tapi sebaiknya seseorang bisa mendeteksi kemampuan dirinya agar tidak overtraining.

3. Menguatkan tulang
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang berpartisipasi dalam olahraga beban seperti sepakbola bisa membantu membangun dan memelihara tulang agar tetap sehat dan kuat serta mencegah osteoporosis.

4. Menurunkan berat badan
Bermain sepakbola selama 45 menit kemungkinan bisa membakar sekitar 350 kalori. Hal ini juga meningkatkan metabolisme sehingga tetap membakar kalori selama 48 jam setelah bermain.

5. Meningkatkan koordinasi, kelincahan dan keseimbangan
Sepakbola melibatkan gerakan kompleks seperti menggiring bola, mengubah arah secara cepat dan melewati lawan pada berbagai kecepatan yang membantu meningkatkan koordinasi tubuh, kelincahan dan keseimbangan. Sedangkan menendang dan menerima operan bola turut meningkatkan koordinasi tangan dengan mata.

6. Menghilangkan stres
Sepakbola memiliki efek positif terhadap perasaan, sehingga meningkatkan suasana hati (mood), harga diri, mengurangi stres dan membantu tidur lebih nyenyak. Kondisi ini akan mempengaruhi kesehatan secara menyeluruh.
newer post

Bagian-bagian Tubuh yang Diuntungkan Saat Main Sepakbola

1 komentar
Sepakbola adalah olahraga yang paling banyak penggemar. Saat berlari-lari dan menendang-nendang bola, ada bagian-bagian tubuh yang sangat diuntungkan dari aktivitas ini. Apa saja?

Sepakbola tidak hanya menawarkan sesuatu yang menarik, efisien dan menyenangkan, tapi memberikan manfaat lain karena melibatkan gerakan percepatan, melompat, berputar, berbalik dan menendang.

Studi menunjukkan melakukan olahraga sepakbola selama 2-3 jam dalam seminggu bisa memberikan peningkatan yang signifikan dalam hal kesehatan, kekuatan, kebugaran dan daya tahan tubuh.

Berikut ini beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dari olahraga sepakbola, seperti dikutip dari Lifemojo, Kamis (14/7/2011) yaitu:

1. Menguatkan otot
Sepakbola sangat bagus untuk kekuatan otot secara keseluruhan karena permainannya secara konstan melibatkan gerakan otot untuk jangka waktu yang lama, seperti mengejar lawan, menendang atau melompat.

2. Kesehatan kardiovaskular
Olahraga ini melibatkan perubahan secara konstan dalam hal berjalan dan berlari yang membantu jantung bekerja lebih efisien. Selain itu juga menurunkan tekanan darah dan meningkatkan penyerapan oksigen maksimal (VO2max). Tapi sebaiknya seseorang bisa mendeteksi kemampuan dirinya agar tidak overtraining.

3. Menguatkan tulang
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang berpartisipasi dalam olahraga beban seperti sepakbola bisa membantu membangun dan memelihara tulang agar tetap sehat dan kuat serta mencegah osteoporosis.

4. Menurunkan berat badan
Bermain sepakbola selama 45 menit kemungkinan bisa membakar sekitar 350 kalori. Hal ini juga meningkatkan metabolisme sehingga tetap membakar kalori selama 48 jam setelah bermain.

5. Meningkatkan koordinasi, kelincahan dan keseimbangan
Sepakbola melibatkan gerakan kompleks seperti menggiring bola, mengubah arah secara cepat dan melewati lawan pada berbagai kecepatan yang membantu meningkatkan koordinasi tubuh, kelincahan dan keseimbangan. Sedangkan menendang dan menerima operan bola turut meningkatkan koordinasi tangan dengan mata.

6. Menghilangkan stres
Sepakbola memiliki efek positif terhadap perasaan, sehingga meningkatkan suasana hati (mood), harga diri, mengurangi stres dan membantu tidur lebih nyenyak. Kondisi ini akan mempengaruhi kesehatan secara menyeluruh.
newer post
newer post older post Home